Pages

July 12, 2016

09:06 PM -- WHY SOLO-TRAVELING?

Yeah, why?

Karena..

..gak ada orang lain yang ngasih pengaruh 'mending lewat jalur A daripada capek-capek lewat B' atau 'snorkeling aja daripada berenang di hotel'. Gak ada orang lain yang 'makan X aja yuk. Masa jauh-jauh cuma makan nasi goreng'. Gak bakal ada orang lain yang maksa saya buat ke bar di saat saya pengennya tiduran di pinggir kolam berenang sambil baca buku. Lagipula, segala pilihan yang dibuat saat diri saya sendirian adalah pilihan yang terjujur.

Dan jelas, pilihan tersebut mencerminkan diri saya sendiri yang sebenarnya. Seperti apa saya? Waktu kelaparan, makanan seperti apa yang paling saya cari? Waktu bosan, saya pengennya ngapain? Waktu nyasar, saya gimana? Waktu ketemu orang asing, saya gimana? Saya lebih pilih mana, jalur singkat atau pemandangan keren? Se-bertanggungjawab apa sih diri ini buat menangani diri sendiri dan lingkungan sekitar? Diri saya sendiri terpampang nyata di depan mata saya sendiri selama saya solo-traveling, tanpa pura-pura, tanpa manipulasi, di tempat yang benar-benar asing.

Saya makin kenal manusia seperti apa sih saya ini, and what I need to do to make my good becomes better and my better becomes best. 


Terlalu sering pilihan yang kita buat sebenarnya bukan keinginan kita sendiri. Ada yang karena pengaruh orang lain, ada yang karena 'gak enak' sama orang lain, atau bahkan ada yang dipilihkan orang lain. Terlalu sering keinginan personal yang terjujur kalah sama lingkungan. Lama-lama kita jadi bias dan mungkin, kehilangan diri kita sendiri.

Ini alasan utama kenapa solo-traveling ke Gili Trawangan; sendirian di tempat yang asing. I learned about myself and I like it. I'm enough. You are enough. Gak perlu membuang waktu mengemis perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang gak bisa menghargai diri kita. Yang bisa bikin kita lengkap itu memang cuma diri kita sendiri. Iya, sudah cukup kok, gak perlu orang lain lagi yang ikut ambil kendali. Yang bisa bikin kita merasa cukup itu cuma usaha diri kita sendiri untuk jadi lebih baik tiap harinya.

Dan iya, seberlebihan ini hal-hal yang saya dapat dari bengang-bengong sendirian di Gili Trawangan selama 4 hari 3 malam. Well, gak bengang-bengong juga sih, you know what I mean.


And why Gili Trawangan? Solo-traveling sebaiknya ke tempat yang 'biasa-biasa aja deh' untuk first-timer dan Gili Trawangan termasuk ke kategori itu. Walau agak mojok masih bisa diakses sendirian, karena Gili Trawangan bukanlah Taka Bone Rate atau Togean yang mahajauh (dari Jakarta).

Karena lagian kalau Taka Bone Rate atau Togean gak mahajauh pasti saya sudah solo-traveling ke sana, bukannya Gili Trawangan.


V/////

No comments: