Pages

November 21, 2016

10:21 PM

Tentang pertemuan, tentang perpisahan, tentang air mata, tentang tawa lepas, hidup selalu mempunyai tujuan di baliknya. Perjalanan panjang hidup manusia bukannya yang tanpa makna. Hanya kadang kita yang lupa membuka mata. 

Manusia serba terbatas dengan 5 inderanya. Kita memahami hanya apa yang bisa kita lihat, dengar, cium, rasa, dan raba. Kita tidak terbiasa untuk menjalani dengan hati; sesuatu yang tidak terlihat dan hanya bisa kita percaya. 

Peristiwa yang terjadi di dalam hidup kadang melumpuhkan saya dengan segala tanyanya. Mengapa harus bertemu jika pada akhirnya hanya saling menyakiti, mengapa harus intim jika akhirnya hanya untuk saling merasa asing, dan mengapa harus berbagi jika pada akhirnya hanya untuk merasa kecewa?

Perlu waktu lama untuk bisa kembali bangkit. Tanpa pertolongan, tanpa jawaban. Hanya keinginan untuk tidak sedih walau terus diiringi tanya. Hanya dengan tekad kuat dan keyakinan penuh bahwa semesta tidak pernah mengecewakan. 

Tentu saya akan hancur jika bertahan hidup hanya dengan 5 indera, karena saya pun begitu kehilangan sosoknya; wajahnya, kehadirannya, wanginya, dan suaranya. Tapi saya tahu, hidup tidak akan pernah mengambil tanpa menggantikan. Ia adil, hanya saja definisinya kadang berbeda, karena tidak bisa diukur dengan kasat mata. Harus lewat hati.

Dan pada akhirnya, saya bisa di sini menulis dan menyimpulkan kisah terakhir yang dijalani tanpa perlu terikut oleh perasaan lama. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Jika bukan dengan siapa-siapa, paling tidak dengan diri saya sendiri.

No comments: