Pages

December 18, 2016

01:39 PM --- MUSIK DAN RASA JUJUR


Salah satu hal yang suka luput dari acara musik adalah aspek kecintaan terhadap musik itu sendiri. Gak kelihatan, tapi bisa terasa, dan efeknya lumayan besar. Sayangnya, soal ini bukan sesuatu yang bisa diatur dan direncanakan.

Tapi mungkin bisa diusahakan. Mungkin.

Kecintaan terhadap musik di sini maksudnya pada orang-orang yang datang ke festival musik. Apakah datang karena memang tahu dan suka dengan musik yang ditampilkan? Atau, hanya karena ikut-ikutan semata supaya dianggap keren, kekinian, atau apapun itu?

Coachella adalah salah satu festival musik tahunan yang paling ditunggu di California. Di tahun 2013, tim Jimmy Kimmel pernah membuat Lie Witness News di Coachella. Singkat ceritanya, mereka mewawancara pengunjung Coachella tentang band, yang sebenernya palsu.

Hasilnya? Banyak dari para pengunjung yang ternyata tahu akan band palsu itu, dan gak sabar menonton penampilan mereka di Coachella. Lucu ya, hahaha.


Intinya sih, video ini nunjukkin kalau banyak dari pengunjung Coachella yang ternyata mahir berpura-pura demi kekerenan semata.

Ini maksudku soal kecintaan terhadap musik itu sendiri. Datang ke acara musik karena pengen menikmati musiknya, bukan buat vlogging, selfie, IG stories, dan gegayaan aja. Gak ada yang salah sih kalau datang cuma buat seru-seruan, tapi vibe festivalnya gak bisa dibohongi.

Synchronize Festival di akhir Oktober lalu adalah salah satu acara musik yang sangattt aku nikmati. Festival ini multi-genre, dan rasanya orang-orang yang datang memang karena ingin menikmati musiknya. Bohong sih kalau dari ratusan line-up yang ada aku mengaku mendengarkan semuanya. Tentu enggak. Begitupun orang-orang yang lainnya rasa-rasanya. Tapi yang pasti, tiap band mempunyai penontonnya sendiri.


Ada 4 panggung di sana yang aku lupa namanya, cuma ingat District Stage (karena di sana tempat HMGNC tampil, heheu). Di jadwal, HMGNC tampil pukul 14:15. Sekitar setengah jam sebelum, beberapa orang sudah mangkal di sekitaran District Stage yang kosong dan tepat pukul 14:15, Grahadea dan Dina naik panggung serta disusul Debby gak lama kemudian (Debby saat itu menggantikan Manda yang masih berduka). Orang-orang langsung berkumpul ke depan panggung. Hanya 6 lagu yang dibawakan. Tepat setengah jam kemudian sesuai jadwal,  HMGNC turun panggung.

Hm, festival musik yang tepat waktu.

Lalu kami berkeliling lagi menanti Elephant Kind di stage lainnya. Saat itu, stage tersebut masih diisi Komunal dan crowd-nya pun milik mereka. Aku cukup menonton dari jauh. Gak lama mereka selesai, massa yang berbeda segera berkumpul di depan panggung tersebut, menanti Elephant Kind.                    

Setelah Elephant Kind, kami berputar mencari makan. Kebetulan food area ada di dekat salah satu stage dan saat itu di stage tersebut Agrikulture sedang berteriak-teriak Disko di Rumah. Mereka yang di depan stage lagi sibuk berdansa sambil setengah tipsy karena amer, mungkin, hihi. Bukan pengikut setia Agrikulture, tapi walau hanya melihat dari jauh, aku menikmati suasana dan keceriaan crowd depan panggung yang asik berdansa dengan Agrikulture. 

Foto oleh @sancoyopurnomo 

Aku pernah datang ke acara musik yang rasa-rasanya para pengunjung yang datang gak bertujuan untuk menonton musiknya. Waktu itu vibe tempatnya berisi orang-orang yang lebih asik menikmati beer & wine daripada menonton musisi yang tampil. Aku datang karena ingin menonton Santamonica, walau ada juga band yang lain, tapi berhubung waktu itu adalah penampilan pertama Santamonica setelah 3 tahun absen, jadinya prioritasku ada di mereka donggg. Dan bisa ditebak, ketika Santamonica tampil, penontonnya bengong dan acuh-tak-acuh. Dan rasanya kalau diperhatikan (dan diingat-ingat sambil malu), I was the only one dancing.

Sebenarnya antara peduli-gak peduli soal aspek kesukaan terhadap musik ini, toh tiap orang punya tujuan dan kesukaannya masing-masing, tapi memang kuakui beda sekali rasanya. Berada di crowd yang jujur rasanya batas antara teman dan orang asing jadi bias. Aku pernah sekali datang ke Oktobeerfest dan HMGNC tampil pecah sekali. Semua orang menari. Aku awalnya hanya sendiri di depan panggung, tapi lambat laun karena asyik menari, aku pun tiba-tiba jadi menari dengan seseorang tanpa disadari, hahaha. Ketika HMGNC turun panggung, barulah kita berkenalan.

Pulang dari Oktobeerfest, I felt really energized. Pengalaman yang menyenangkan sekaligus magis. It’s magical how music conquers all the barriers, and people are dancing together.

Dan bukankah itu tujuan musik? Mempersatukan orang-orang, sehingga bisa menari bersama, sejenak melupakan masalah yang ada, dan menikmati moment yang ada. Right here, right now.

1 comment:

Anonymous said...

Aku bukan pecinta musik, tetapi aku ngerasain hal yang sama di bioskop ataupun festival-festival film. Tidak semua yg datang ngerti film, tidak semua benar-benar memahami keindahan film yang diputar ataupun bisa memilih mana film yg bagus mana yg nggak harusnya di-support. Beberapa justru datang cuma karena ingin ngumpul bareng teman, dsb.
But I don't think it's a sin. Mungkin kalau nggak gitu festival2 kehilangan "energi" untuk mengadakan festival2 selanjutnya. Kita sebagai penikmat sejati rugi juga kan jadinya? hehe

Good article btw ;)