Pages

May 25, 2017

12:25 PM --- PATAH HATI

Kalau mau kupikir-pikir, hari patah hatiku itu sebenarnya hari Rabu 24 Mei kemarin..

Diawali dari kabar bom di Manchester, gak lama bom di Kp Melayu, daaaan.. malamnya waktu aku baru bisa cek Twitter dengan seksama, menemukan info bahwa Vindhya dan Sobar berpulang ketika di Ende.

Patah hati, karena melihat gimana manusia bisa sebegitu jahatnya terhadap manusia lain. Patah hati, karena dua orang yang baik malah pergi lebih dulu.

Hidup itu ringkih sekali ya. Mati itu bukan sesuatu yang terlintas di pikiran ketika usia masih dibilang muda. Tapi yang terjadi hari ini membuatku berpikir bahwa kematian gak pernah jadi urusan nanti. Kematian adalah urusan manusia di tiap detiknya. Tinggal soal kita; hidup mau dijalani dengan bagaimana?

Vindhya dan Sobar. Sepasang sahabat traveler yang lebih pecah-eksis-gokil dibanding Naya dan Jebraw mungkin menurutku. Vindhya mengatur trip organizer @ibupenyu dan membuat pantai-pantai di Indonesia jadi lebih mudah diakses. Gila, gak banyak trip organizer mau mengurus trip ke Togean dari Jakarta sih, karena itu sama sekali bukan bercandaan.. Sedangkan Sobar, sahabatnya, juga mengurus LikeThisAdventure.

Dari Vindhya dan Sobar aku banyak belajar soal hidup dengan sepenuh hati. Aku suka membaca kisah mereka yang gak banyak pretensi, diskusi yang jujur dan kadang sedikit konyol di antara sepasang sahabat. Hidup itu soal dibawa senang, soal dibawa ketawa. 


Instagram @vindhyaaa

Aku gak kenal personal Vindhya dan Sobar, tapi raut muka mereka berdua, sejauh ini, adalah raut muka manusia yang rasa-rasanya gak ada kuatirnya. Mungkin itu rasanya hidup tanpa pura-pura ya? Tanpa peduli apa kata orang, karena kita sudah merasa cukup menjalaninya dengan hati. Gak perlu pengakuan, karena kita begini adanya sudah cukup dan hidup itu untuk dijalani, bukan dipameri.

Instagram @sobarjackson

Rasa kehilangan di antara kawanan Vindhya dan Sobar sangat besar. Aku yang bukan lingkar dua apalagi satu bisa ikut merasakannya. Energi mereka berdua memang selalu menular, sampai-sampai ketika mereka pergi, rasanya seakan mereka membawa serpihan bumi ini dan meninggalkan lubang kosong yang gak bisa diganti.

Vindhya dan Sobar meninggal hotel di Ende, Kupang. Vindhya terkena sengatan arus listrik dari shower di kamar mandi hotel. Sobar berusaha membantu, tapi ikut tersengat. 

 "Katanya, saat travelling, kita bisa lihat sifat dan sikap asli dari seseorang. Saat ada kawan yang dapat menjaga, mau berbagi, dan memberi support, yakinlah bahwa dia adalah sahabat terbaik yang akan ada di sebelahmu ke mana pun kamu berjalan." - @ibupenyu
  
Terima kasih ya, Vindhya dan Sobar, telah mengajarkan bagaimana hidup dengan sebaik-baiknya, dengan sepenuh hati, di kehidupan yang ringkih ini. 

\\\V

1 comment:

Ni Wayan Primayanti said...

Keren kak lalen!